Inspirasi pengangguran

Published on December 24th, 2016 | by Redaksi

0

Seandainya Pengangguran Dibayar, Masihkah Kamu Kuliah?

Pernahkan kawan Students bayangkan apa jadinya kalau pengangguran akan menerima gaji dari pemerintah? Bisa jadi pengangguran nanti bakal jadi sebuah profesi. Istilah pengangguran profesional pun bukan lagi mimpi.

Advertisement
Advertisement

Kementerian Perencanaan dan Pembangunan sedang mempertimbangkan pembuatan kebijakan tersebut. Bila jadi dilaksanakan, kawan-kawan yang sudah berusia kerja tapi belum mendapat pekerjaan tetap bakal menerima uang bulanan. Nama kerennya adalah ‘unemployment insurance’ atau ‘unemployment compensation’.

Ternyata asuransi pengangguran bukanlah hal baru. Negara-negara maju dengan tingkat ekonomi tinggi telah menerapkannya. Contohnya saja Argentina, Kanada, Jerman, dan banyak lagi. Penerimanya adalah pengangguran dan karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja.

Jumlah uang yang diterima para pengangguran berbeda-beda di tiap negara. Ada yang menerima dalam jumlah kecil, ada juga yang menerima dengan kisaran uang untuk mencukupi kebutuhan pokok. Enak banget, ya? Mungkin Undang-undang kita perlu merubah pasal yang menjelaskan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Pasal tersebut diubah menjadi ‘Pengangguran dipelihara oleh negara’.

Advertisement

Negara yang pertama kali menerapkan kebijakan ini adalah Inggris melalui ‘National Insurance Act’ tahun 1911. Kebijakan ini menyebar ke Jerman dan negara-negara Eropa lain setelah Perang Dunia II. Gaji pengangguran diperoleh dari pekerja, pemberi kerja, dan pembayar pajak. Ketiganya adalah pihak yang menyokong kebijakan gaji pengangguran agar tetap berjalan.

pengangguran2

instagram.com/jogjalowker

Indonesia sendiri sedang mempertimbangkan hal ini. Menteri perencanaan pembangunan nasional, Bambang Brodjonegoro, menjelaskannya di Hotel Dharmawangsa pada 3 November 2016. Jumlahnya sendiri tidak lebih besar dari upah minimum regional.

Bila benar-benar dilaksanakan, kebijakan ini jelas mempunyai efek sangat besar. Para sarjana yang lulus dan susah mendapatkan pekerjaan, gak perlu khawatir belanja mkanan sehari-hari. Hanya saja, apakah kebijakan ini memang mempunyai dampak baik seperti yang diharapkan?

Masalah baru jelas akan muncul dengan adanya kebijakan ini. Semisal perumusan berapa jumlah uang yang akan diberikan kepada pengangguran bila ia mempunyai istri, anak, atau keduanya. Kebutuhan pengangguran yang juga berstatus sebagai kepala keluarga jelas berbeda dibandingkan pengangguran yang belum menikah.

Lepas dari itu, bila keluarga si pengangguran termasuk berkecukupan, apakah pengangguran juga akan menerima gaji? Bisa jadi ia sudah tercukupi kebutuhan hidupnya karena ditopang oleh keluarga. Berbeda dengan negara maju yang umumnya seorang anak harus mandiri ketika sudah berusia dewasa. Anak-anak di Indonesia kebanyakan masih diperbolehkan hidup bersama orang tuanya.

Bagaimana tanggapanmu Students? Apakah kamu bakal tetap berkuliah dan mencari kerja? Atau lebih memilih belajar jadi pengangguran profesional saja? Katakan opinimu ya.

Suka artikel ini?
Advertisement
Advertisement Suka artikel ini?

Tags:


About the Author

Redaksi

Tim redaksi jogjastudent.com | Portal informasi Mahasiswa Yogyakarta, email: [email protected]



Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to Top ↑

error: Content is protected !!
UA-51666407-2