Mahasiswa mahasiswa-kere

Published on September 19th, 2015 | by Hilman Maulana

Potret Gaya Hidup Mahasiswa Kere di Jogja

5. Basecamp tongkrongan seadanya

Sebagai makhluk sosial sudah sewajarnya berserikat dan berkumpul (sebagaimana yang dijamin oleh Undang Undang). Maka dalam perwujudan berserikat dan berkumpulnya suatu kelompok sosial, diperlukanlah suatu wadah tetap dimana bisa menampung beberapa orang yaitu basecamp.

Advertisement
Advertisement

Ya sebagai mahasiswa proletar dengan ekonomi terbatas rumah teman yang punya halaman agak luas saja sudah cukup untuk tempat berkumpul sambil ngopi-ngopi.

6. Burjo for life

Burjo adalah satu-satunya tempat para mahasiswa proletar mengadu selain kepada orang tua. Dengan buka 24 jam dan harga yang amat terjangkau, burjo adalah tempat paling pas untuk mengisi perut jikalau angkringan yang sangat murah sudah tutup.

Harganya yang bersahabat dan hutangable lah yang mebuat para mahasiswa setia. Tinggal paraf dan nama sudah bisa makan, bayarnya nanti kalau kiriman sudah datang.

Advertisement

7. Shopping-barang-barang-KW adalah kunci

OB (Outlet Biru) adalah salah satu surganya belanja bagi mahasiswa proletar. Di saat sepatu yang di mall itu berharga jutaan, OB menawarkan sepatu yang persis sama dengan harga setengahnya!

Ya walaupun dari produsen yang berbeda dan kualitas yang tak sama. Tapi ini sudah cukup menjadi surga karena baju-baju dan pakaian yang lain harganya yang sangat terjangkau dan lengkap.

Maaf ya bukan bermaksud ngiklan, tapi kalo OB mau endorse saya juga gakpapa.

8. Cari Hiburan gratisan

Karena harga masuk ke Boshe atau minum di Liquid itu tak rasional bagi dompet mahasiswa proletar, maka hiburan gratislah jadi pilihan utama.

Banyak hiburan-hiburan gratis bisa dijumpai di Jogja, mulai dari pameran-pameran hingga konser musik cuma-cuma, yang kita cuma-bawa-diri-tanpa-harus-bayar-tiket.

9. Travelling atau Pulang Kampung

Karena biaya yang sama-sama mahalnya kedua pilihan ini biasanya bisa jadi pikiran menahun antara pulang atau jalan-jalan dulu. Biasanya mahasiswa baik yang cinta orang tua lebih memilih pulang dari pada jalan-jalan.

Tapi tergantung sih ada juga yang memilih jalan-jalan sebagai stress release.

10. Sulit dapat pacar

Dengan keterangan-keterangan diatas sudah jelas dong kenapa sulit dapat pacar. Cewe hitz di kampus sangat mustahil untuk di gebet karena rata-rata mereka dari golongan borjuis.

Berkumpul sesama proletar pun tak menjamin dapat mendekati karena kaum borjuis sudah siap tikung dengan kendaraan roda empatnya atau dengan dinner di rooftop yang bisa disiapkannya untuk berdua.

Desclaimer (ed): Ilustrasi dan tulisan memang sengaja dibuat seolah bertolak belakang, gak usah protes. :p
Suka artikel ini?
Advertisement
Advertisement Suka artikel ini?

Tags: , , , ,

Pages: 1 2


About the Author

Hilman Maulana

Bukan penulis, cuma suka berdiskusi lalu dinaskahkan. Informatics UII '15.



Back to Top ↑

error: Content is protected !!
UA-51666407-2