Mahasiswa mahasiswa-kere

Published on September 19th, 2015 | by Hilman Maulana

Potret Gaya Hidup Mahasiswa Kere di Jogja

Mahasiswa KereDitengah makin padatnya parkiran kampus dengan mobil pribadi, masih banyak mahasiswa yang setia panas-panasan jalan kaki atau bersepeda ke kampus. Masih ada yang setia dengan sepeda motor bututnya yang diparkirkan di pojokan kampus.

Advertisement
Advertisement

Mereka adalah mahasiswa proletar—untuk tidak menyebut mahasiswa kere. Mereka bukan dari golongan orang kaya nan terpandang melainkan dari kelas sosial proletar yg hidup seadanya dan pas-pasan.

Inilah beberapa gambaran kehidupan mahasiswa kere, eh mahasiswa proletar:

1. Sewa kos paling murah

Sebagai tempat bermukim dan belajar tentunya kos adalah tempat yang penting. Namun tak seperti mahasiswa-mahasiswa kaya yang dapat menyewa kos dengan fasilitas hotel bintang 5.

Advertisement

Para anak-anak proletar ini hanya bisa menjangkau harga dengan range 200– 400 ribu perbulan dan sebisanya cari yang paling dekat dengan kampus. Sangat mustahil dapat fasilitas WC dalam dengan range segitu.

Namun, kos semacam itu sudah cukup nyaman buat belajar (dan jadi gudang) walaupun kosongan, ya isinya beli lagi sendiri.

2. Ke kampus jalan kaki

Ya kalau kos sudah dekat dengan kampus ngapain repot-repot pake kendaraan. Itu prinsip utama mahasiswa proletar ketika ingin pergi ke kampus.

Jalan kaki adalah pilihan utama selain sehat dan hemat jalan kaki ke kampus juga dikarenakan kiriman kendaraan dari kampung yang ngadat karena ongkosnya yang sangat mahal.

3. Jarang Update Gadget

Keadaan ekonomi yang pas-pasan lah yang membuat para mahasiswa proletar ini tak bisa mengikuti pesatnya perkembangan teknologi.

Karena bagi mereka pergantian iPhone 5 ke iPhone 6s plus itu yang “cuma” dalam waktu dua tahunan adalah sesuatu yang gila dan harganya sangat tak rasional bagi isi dompet mereka.

Apa boleh buat, gadget seadanya pun setia di tangan, paling-paling juga ngumpulin brosur kalo ada expo.

4. Jarang mandi

Mandi itu adalah sesuatu yang sakral maka jika terlalu sering dilakukan akan menghilangkan ke sakralan dari mandi itu sendiri.

Mandi sudah menjadi perawatan tubuh yang mahal bagi mahasiswa proletar karena tingginya harga sabun cair dan shampo, harga kedua barang mewah itu saja sudah cukup buat makan 3 hari.

Makanya mandinya Cuma sekali-sekali saja.

5. Basecamp tongkrongan seadanya

Lihat halaman 2 >>>

Suka artikel ini?
Advertisement
Advertisement Suka artikel ini?

Tags: , , , ,

Pages: 1 2


About the Author

Hilman Maulana

Bukan penulis, cuma suka berdiskusi lalu dinaskahkan. Informatics UII '15.



Back to Top ↑

error: Content is protected !!
UA-51666407-2