Beasiswa penerima Bidikmisi

Published on June 6th, 2016 | by Nahayuk Kresnawati

Bagaimana kalau penerima Bidikmisi Dapat IP di Bawah Standart?

Apa yang akan kamu lakukan kalau IPK untuk perpanjangan Bidikmisi tidak sampai standart? Apakah cukup bersedih? Atau kecewa? Tapi, kecewa pada siapa?

Advertisement
Advertisement

Bidikmisi adalah adalah beasiswa dari pemerintah untuk mahasiswa yang kurang mampu. Untuk saat ini (2016) besarnya uang yang didapat mahasiswa Bidikmisi perorang adalah Rp. 1 juta dan bebas uang kuliah.

Satu juta uang Bidikmisi tidak langsung diberikan kepada mahasiswa, namun masih ada potongan biaya untuk almamaternya. Kebanyakan mahasiswa menerima uang dikisaran 650 ribu, walau ada almamater yang memberi sampai 950 ribu (ITB). Tergantung Almamater mengambil berapa.

Selain besarnya uang yang diterima setiap tahunnya berbeda, besarnya IPK yang menjadi standart berlangsungnya beasiswapun berbeda setiap Almamaternya, seperti contoh: ITB mematok standart IP 2,5. UNDIP mematok standart IP 2,75, dan lain sebaginya.

Advertisement

Besar dan kecilnya standart IPK ditentukan sulit-atau mudahnya belajar di Almamater yang bersangkutan.

Namun, apabila IPK yang didapat akhirnya ada di bawah standart, bagaimana?

Hal pertama yang yang harus dilakukan adalah tenang dan jangan panik. Kedua, berjanji pada diri sendiri dan orang tua jika akan bersungguh-sungguh semester depan. Ketiga, tetap baca tulisan ini sampai kelar.

Jadi jika IPK di bawah standart, bersiaplah menerima surat cinta (Surat Peringatan) dari lembaga kemahasiswaan Almamater. Stop! Jangan panik! SP (Surat Peringatan) ini jumlahnya ada tiga untuk setiap orang. Jadi, diusahakan IP jangan di bawah standart sampai 3 kali. Karena jika itu terjadi, tamat sudah uang bulanan yang didapat selama imi.

Sedikit saran: Jika IP di bawah standart jangan sungkan-sungkan untuk mengadu pada kakak tingkat baik hati penerima Bidikmisi. Siapa tau nanti dapat cerita menghibur bagaimana dia atau temannya dulu mendapat IP di bawah standar dan akhirnya bisa tetap bertahan karna berusaha dan belajar sungguh-sungguh.

Suka artikel ini?
Advertisement
Advertisement Suka artikel ini?

Tags:


About the Author

Nahayuk Kresnawati

Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, Alumni SD Bantengmati 1, SMP N 4 Demak, dan SMA N 1 Mijen Demak.



Back to Top ↑

error: Content is protected !!
UA-51666407-2