Mahasiswa mahasiswa-ekonomi-sastra

Published on October 12th, 2016 | by Redaksi

5 Hal yang Sering Terjadi di Kampus antara Mahasiswa Ekonomi & Sastra

Persaingan di dunia kuliah nggak cuma terjadi antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya di dalam kelas. Persaingan di dalam kelas memang ada dan itu kerap kali terjadi. Namun persaingan mahasiswa dalam lingkup yang lebih luas juga ada. Misalnya dalam lingkup jurusan, nah ini sering juga terjadi di kampus.

Advertisement
Advertisement

Satu universitas memiliki beberapa fakultas dan satu fakultas memiliki beberapa jurusan atau program studi. Persaingan antara mahasiswa dalam lingkup jurusan yang paling sering jadi sorotan adalah antara fakultas Ekonomi dan Sastra.

Buat kalian, mahasiswa Ekonomi atau mahasiswa Sastra pasti sering membanding-bandingkan diri masing-masing. Berbagai hal sering dibanding-bandingkan antara mahasiswa Ekonomi dan mahasiswa Sastra.

Mulai dari penampilan sampai sifat mahasiswanya. Nah, berikut ini Jogja Student kasih tahu persaingan apa yang sering terjadi di antara 2 jurusan tersebut sebagaimana dilansir laman TribunStyle.com

Advertisement

1. Rapi dan Kumel

penampilan

Mulai dari sisi penampilan, ini paling sering dibanding-bandingkan.
Anak jurusan Ekonomi itu terkenal dengan penampilannya yang selalu rapi, bersih dan gaul banget pokoknya. Karena memang budaya mengenakan kemeja dan sepatu menjadi peraturan di Jurusan Ekonomi.

Sementara mahasiswa jurusan Sastra sering nggak memperhatikan penampilannya. Anak jurusan Sastra nggak terlalu memedulikan tren gaya rambut, baju dan sebagainya. Mereka sering terlihat pakai kaos oblong aja.

2. Rasional dan Luwes

luwes-dan-rasional

Soal pemikirannya, meskipun sama-sama belajar di Ilmu Sosial, Ilmu Ekonomi dan Sastra punya banyak perbedaan dalam pemikirannya. Mahasiswa jurusan Ekonomi itu cenderung punya pikiran yang rasional, lebih praktis dan efisien.

Kalau dari sudut pandangnya anak Sastra, Ekonomi itu apa-apa dipikir untung ruginya, selalu dinilai lewat uang. Sementara pemikiran mahasiswa jurusan Sastra itu lebih imajinatif dan lebih mengandalkan perasaan.

3. Kelas atas vs Kelas pas-pasan

kelas-atas-dan-kelas-pas-pasan

Persoalan status ekonomi juga sering menjadi tolak ukur untuk perbandingan antara mahasiswa Ekonomi dan Sastra. Mahasiswa di jurusan Ekonomi sering dianggap lebih ‘punya’ atau lebih ‘berada’. Mereka berasal dari latar belakang keluarga ekonominya kelas atas.

Itu tampak dari tampilan mereka yang pakai baju branded, ke kampus pakai mobil, nongkrongnya di kafe mahal dan uang kuliah yang juga tinggi.

Sebaliknya, mahasiswa jurusan Sastra biasanya berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jarang sekali anak Sastra membawa mobil ke kampus, baju yang mereka kenakan juga lebih ‘etnik’, soal tongkrongan kalau nggak warung kopi ya angkringan.

Lanjutkan Membaca >

Suka artikel ini?
Advertisement
Advertisement Suka artikel ini?

Tags:

Pages: 1 2


About the Author

Redaksi

Tim redaksi jogjastudent.com | Portal informasi Mahasiswa Yogyakarta, email: [email protected]



Back to Top ↑

error: Content is protected !!
UA-51666407-2