Jogja upacara adat

Published on July 13th, 2016 | by Redaksi

10 Upacara Adat yang Unik Ini Hanya Ada di Yogyakarta

9. Upacara Adat Pembukaan Cupu Ponjolo

Upacara adat pembukaan cupu ponjolo

Advertisement
Advertisement

Upacara ini digelar setiap Pasaran Kliwon di penghunjung musim kemarau pada bulan Ruwah (kalender Jawa) bertempat di Desa Mendak Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Cupu Panjala adalah tiga buah cupu keramat yang disimpan dalam kotak kayu berukuran kurang lebih 20 x 10 x 7 cm dan dibungkus dengan ratusan lembar kain mori. Ritual ini sebenarnya prosesi pembukaan atau pergantian pembungkus cupu yang dilakukan setiap tahun sekali.

Ritual ini dilakukan oleh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta dengan memakai Pakaian Adat Jawa dan sebelumnya telah berpuasa terlebih dahulu. Ritual ini selalu menarik minat masyarakat tak hanya dari Gunungkidul saja namun juga dari wilayah lain di Pulau Jawa.

Advertisement

Hal ini tidak terlepas dari keyakinan masyarakat yang mempercayai bahwa setiap gambar yang terlihat dalam lapisan kain mori pembungkus cupu tersebut merupakan ramalan peristiwa setahun ke depan.

Yang menarik dari Upacara Adat Pembukaan Cupu Ponjolo ini adalah tak jarang dalam setiap Pembukaan Cupu Ponjolo sering ditemukan beberapa benda seperti jarum, gabah kering, kulit kacang hingga motif gambar menyerupai wayang atau sosok tertentu. Padahal selama setahun Cupu tersebut selalu disimpan dilemari dengan sangat rapat dan tidak boleh dibuka sama sekali.

10. Jamasan Kereta Pusaka

Jamasan kereta pusaka

Upacara Jamasan Kereta Pusaka Kraton Yogyakarta dilakukan setiap malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon di bulan Suro bertempat di Museum Keraton Yogyakarta. Jamasan merupakan ritual untuk merawat dan membersihkan benda-benda pusaka yang dilakukan sejak berabad-abad silam oleh masyarakat Jawa dalam mengisi bulan Suro.

Berbagai macam Benda Pusaka milik Keraton Yogyakarta seperti Kereta, Gamelan, Keris, Tombak dan lain sebagainya di cuci yang diistilahkan dengan “Dijamasi” pada bulan Suro (Muharram) yang dilakukan pada hari istimewa yaitu Jum’at Kliwon atau Selasa Kliwon.

Salah satu proses Upacara Adat Yogyakarta Jamasan yang bisa dilihat oleh umum adalah Jamasan Kereta Pusaka Kanjeng Nyai Jimat. Kereta Pusaka ini merupakan kereta buatan Portugis tahun 1750-an hadiah dari Gubernur Jenderal Belanda dan menjadi tunggangan utama Sultan Hamengkubuwono I – IV.

Yang menarik dari prosesi Jamasan ini ribuan warga dari berbagai daerah selalu berebut air dari sisa cucian kereta karena percaya air tersebut memiliki berkah tersendiri.

Photo illustrasi by instagram (kratonjogja_)

Suka artikel ini?
Advertisement
Advertisement Suka artikel ini?

Tags:

Pages: 1 2 3


About the Author

Redaksi

Tim redaksi jogjastudent.com | Portal informasi Mahasiswa Yogyakarta, email: [email protected]



Back to Top ↑

error: Content is protected !!
UA-51666407-2